PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA EXPLANATION TEXT MELALUI PENGGUNAAN TAYANGAN VIDEO BAGI SISWA KELAS XII IPA1 SMA N 3 PEKALONGAN SEMESTER 1 TH 2014-2015
Proposal PTK
Diajukan untuk mendapatkan Block Grant Penulisan KTI Guru
Pada LPMP Jawa Tengah
Oleh :
Dra.Dyah Catur Rachmintarti, M.Hum
SMA N 3 PEKALONGAN
JL.PROGO 28 PEKALONGAN
PROPOSAL PENELITIAN
1. Judul Penelitian
Judul
|
PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA EXPLANATION TEXT MELALUI PENGGUNAAN TAYANGAN VIDEO BAGI SISWA KELAS XII IPA1 SMA N 3 PEKALONGAN SEMESTER 1 TH 2014-2015
|
Peneliti :
a. Nama
b. NIP
c. Pangkat/Golongan
d. Jabatan
e. Unit Kerja
f. Alamat Kantor
g. Telp.Kantor
h. Alamat Rumah
i. Telp/Fax
j. E-mail
|
Dra.Dyah Catur Rachmintarti,M.Hum
196209212000122001
IIId
Wakasek Humas
SMA N 3 Pekalongan
JL. Progo no 28 Pekalongan
0285 421035
Jl Lestari 583 Bina Griya Indah Pekalongan
087827060244
Dyahcatur21@gmail.com
|
Lokasi Penelitian
|
SMA N 3 Pekalongan
|
Biaya Penelitian
| |
Sumber Biaya Penelitian
|
PENGESAHAN
Proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan judul:
“PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA EXPLANATION TEXT MELALUI PENGGUNAAN TAYANGAN VIDEO BAGI SISWA KELAS XII IPA1 SMA N 3 PEKALONGAN SEMESTER 1 TH 2014-2015”
ini, telah disahkan pada :
Hari/tanggal : Sabtu, 30 Juni 2012
Tempat : SMA N 3 Pekalongan
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mengesahkan Pekalongan, 30 Juni 2012
Kepala Sekolah Peneliti,
SMA N 3 Pekalongan Guru Bahasa Inggris SMA N 3 Pekalongan
Drs.Abdur Rozak Dra.Dyah Catur R, M.Hum
NIP. 19650802 199203 1 008 NIP. 19620921 200012 2 001
KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji penulis panjatkan kehadhlirat Allah SWT, atas terssusunnya Proposal Penelitian Tindakan Kelas ini dalam rangka upaya melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru.
Tidak lupa penulis haturkan terimakasih yang setulus-tulusnya atas motivasi dan bantuan dalam menyelesaikan penyusunan proposal ini, antara lain kepada :
1. Kepala LPMP Jawa Tengah yang telah memberikan fasilitas kepada penulis untuk mendapatkan kesempatan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan dana Block Grant.
2. Kepala Dinas Pendidikan Pekalongan yang telah memberikan kepercayaan kepada penulis untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah untuk Guru
3. Kepala Sekolah SMA N 3 Pekalongan yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas
4. Bapak Wasimin, MPd yang telah memberikan bimbingan dengan teliti dan penuh kesabaran
Penulis
Dyah Catur Rachmintarti
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................... i
Proposal Penelitian .......................................................................... .. ii
Pengesahan ........................................................................................ iii
Kata Pengantar ................................................................................. iv
Daftar Isi ............................................................................................. v
A. Judul ............................................................................................... 1
B. Pendahuluan ................................................................................... 1
1. Latar Belakang ......................................................................... 2
2. Identifikasi Masalah ................................................................. 3
3. PembatasanMasalah ................................................................. 4
4. Rumusan Masalah .................................................................... 4
5. Tujuan Penelitian ...................................................................... 4
a. Tujuan Umum .................................................................... 4
b. Tujuan Khusus ................................................................... 4
6. Manfaat Penelitian ................................................................ .. 5
a. Manfaat Teoritis ................................................................. 5
b. Manfaat Praktis .................................................................. 5
C. Kajian Teori Dan Hipotesis Tindakan
1. Kajian Teori .............................................................................. 6
2. Penelitian Relevan .................................................................... 9
3. Kerangka Berpikir .................................................................. 10
4. Hipotesis Tindakan ................................................................ 11
D. Metode Penelitian
1. Setting
a. Waktu ............................................................................... 11
b. Tempat ............................................................................. 11
2. Subyek Penelitian ................................................................... 12
3. Sumber Data .......................................................................... 12
a. Sumber data primer ........................................................... 12
b. Sumber data sekunder ...................................................... 12
4. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
a. Teknik Pengumpulan Data ............................................... 12 .
b. Alat Pengumpulan Data ................................................... 13
5. Validasi Data
a. Data Kuantitatif ............................................................... 13
b. Data Kualitatif ................................................................. 13
6. Analisis Data
a. Analisis Deskriptif Komparatif ........................................ 13
b. Analisis Deskriptif Kualitatif ........................................... 13
7. Indikator Kinerja
a. Indikator Hasil Belaja ...................................................... 14
b. Indikator Proses Pembelajaran ......................................... 14
8. Prosedur Tindakan
a. Siklus I ............................................................................. 14
1) Perencanaan ............................................................... 14
2) Pelaksanaan Tindakan ................................................ 14
3) Pengamatan ................................................................ 14
4) Refleksi ...................................................................... 15
b. Siklus II
1) Perencanaan ............................................................... 15
2) Pelaksanaan Tindakan ................................................ 15
3) Pengamatan ................................................................ 15
4) Refleksi ...................................................................... 16
E. Jadwal Penelitian ......................................................................... 16
F. Daftar Pustaka ............................................................................. 16
A. Judul : “PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA EXPLANATION TEXT MELALUI PENGGUNAAN TAYANGAN VIDEO BAGI SISWA KELAS XII IPA1 SMA N 3 PEKALONGAN SEMESTER 1 TH 2014-2015”
B. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Kemampuan menulis /Writing skill sangat penting untuk diajarkan pada siswa karena menunjang ketrampilan/ skill yang lain,yaitu mendengarkan, berbicara dan membaca dalam pelajaran Bahasa Inggris. Hal ini semua dituangkan dalam Permendiknas No 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 Tentang standar isi dan Standar Kompetensi untuk satuan Pendidikan Dasar dan menengah. Pada kenyataannya di kelas XII IPA 1 SMA N 3 Pekalongan, siswa masih menemui kesulitan dalam menulis terutama pada Explanation Text. Kesulitan tersebut mengakibatkan siswa enggan atau malas mengikuti pembelajaran, sehingga banyak siswa yang tidak tahu harus berbuat apa atau mulai dari mana atau bahkan melakukan aktivitas lain. Hal ini merupakan ciri-ciri motivasi dan kreatfitas belajar yang rendah dari siswa.
Kesulitan siswa ini didukung dengan hasil ulangan menulis Explanation Text yang sangat rendah dari siswa berjumlah 32 hanya 10 anak yang mendapat nilai sama dengan atau lebih dari KKM.
Guru juga mengalami kesulitan ketika menerangkan dengan menggunakan metode ceramah karena kurang menarik dan kurang menyenangkan. Dalam pengajaran writing peran guru ikut menentukan dalam mencapai keberhasilan pembelajaran Bahasa Inggris. Oleh karena itu guru harus ditingkatkan ketrampilannya dalam porses pembelajaran. Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah belum menunjukkan hasil yang diharapkan karena suasana pembelajaran yang didominasi guru dan keterampilan berbahasa siswa yang masih rendah. dalam penyajiannya guru belum menggunakan metode yang bervariasi, proses pembelajaran didominasi oleh guru, kurang memanfaatkan atau menggunakan media pembelajaran, yang pada akhirnya pembelajaran kurang menarik, dan siswa menjadi pasif. Dengan kondisi pembelajaran bahasa Inggris yang memprihatinkan, mengharuskan kita untuk melakukan pembenahan. Misalnya dengan pembelajaran yang lebih inovatif, penggunaan metode, serta media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampila siswa. Pembelajaran yang inovatif menuntut penggunaan media pembelajaran untuk menumbuhkan minat dan keterampilan siswa. Arief S. Sadiman (2008:7) mengungkapkan media adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa terjadinya proses belajar. Media pembelajaran yang digunakan guru masih terbatas pada buku. Sedangkan metode yang digunakan guru masih cenderung ceramah dan penugasan. Apabila pembelajaran tersebut dilakukan secara terus menerus akan mengakibatkan minat dan keterampilan yang dimiliki siswa berkurang. Dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai, diharapkan minat dan keterampilan siswa akan meningkat. Suasana belajar dikelas akan menjadi lebih menarik. Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran misalnya gambar, foto, papan flannel, poster, radio, tape recorder, televisi, video dan sebagainya. Ketepatan penggunaan media sangat menunjang keberhasilan pembelajaran. Sehingga pemilihan dan penggunaan media dapat meningkatkan keterampilan yang dimiliki siswa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan media pembelajaran video yang tepat digunakan untuk pengajaran kemampuan menulis teks Explanation. Teks Explanation adalah jenis teks yang menerangkan tentang proses terjadinya fenomena alam ataupun sosial di masyarakat seperti misalnya terjadinya hujan, banjir dll. Dengan melihat proses terjadinya kejadian alam yang sesungguhnya lewat video diharapkan siswa dapat lebih memahami jenis teks explanation sehingga dapat menuangkan ke dalam bentuk tulisan.
Harapan penulis setelah dilakukan PTK, siswa dan guru akan sama-sama tertarik dan menjalankan proses pembelajaran dengan penuh antusias. Untuk sekolah, penggunaan video dapat meningkatkan prestasi siswa dan menambah referensi di perpustakaan sekolah. Pada akhir tindakan siswa diharapkan dapat menulis explanation text dengan lancar dan benar melalui pemanfaatkan penayangan video.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, identifikasi masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini yaitu :
a. Siswa tidak dapat menulis explanation text dengan baik dan benar.
Selama kurang lebih 3 tahun peneliti mengajar kelas XII di SMA 3 Pekalongan, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis explanation text.
b. Motivasi belajar siswa rendah.
Ketika diterangkan tentang explanation text di depan kelas tanpa menggunakan alat peraga, siswa kurang tertarik terhadap apa yang disampaikan oleh guru.
c. Keberanian siswa dalam bertanya dan menjawab rendah.
Karena ketidaktahuan atau tidak mengertinya siswa tentang explanation text, maka siswa tidak berani bertanya atau menjawab pertanyaan guru.
d. Guru kurang/ tidak menarik dalam mengajar.
Karena tidak memakai alat peraga, maka dalam menyampaikan materi explanation text kurang menarik.
e. Guru tidak menggunakan media pembelajaran.
Supaya pembelajaran explanation text menjadi menarik maka diperlukan media pembelajaran.
3. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, Penelitian Tindakan Kelas ini dibatasi pada :” Penggunaan video untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi menulis bagi siswa kelas XII IPA1 SMA semester 1 tahun pelajaran 2014-2015”.
4. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
1) Apakah melalui tayangan video dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam writing skill pada Explanation text?
2) Bagaimana tayangan video dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam writing skill pada explanation text.
5. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
a. Meningkatkan kreativitas siswa melalui penayangan video bagi siswa kelas XII IPA1 Semester 1 Tahun Pelajaran 2014-2015
b. Meningkatkan kompetensi menulis siswa melalui penayangan video bagi siswa kelas XII IPA1 SMA 3 Pekalongan Semester 1Tahun Pelajaran 2014-2015.
c. Mendeskripsikan suasana pembelajaran kreativitas dan kompetensi menulis melalui penayangan video bagi siswa kelas XII IPA1 SMA 3 Pekalongan Semester 1Tahun Pelajaran 2014-2015.
6. Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
a. Memberikan kontribusi pengembangan pengetahuan tentang peningkatan kreativitas siswa dalam melakukan penulisan Explanation text melalui tayangan video.
b. Untuk meningkatkan kompetensi siswa tentang kompetensi penulisan Explanation text melalui tayangan video.
c. Menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya
Manfaat Praktis
a. Bagi siswa :
- Meningkatkan kreativitas siswa
- Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentang tayangan video (video peristiwa) dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa dalam writing skill pada penulisan explanation text di kalangan siswa SMA Kelas XII.
tahun pelajaran 2012/2013
- Memacu siswa untuk belajar Bahasa Inggris
a. Bagi Sekolah
- Meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang Bahasa Inggris.
- Memunculkan inovasi untuk perbaikan dalam dunia pendidikan dan perbaikan proses belajar mengajar di SMA 3 Pekalongan, sehingga hasil belajar siswa meningkat.
b. Bagi guru :
- Menemukan kelemahan dalam pembelajaran yang dilakukan melalui refleksi
- Menemukan alternatif solusi untuk memperbaiki kelemahan dan atau meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan berdasarkan penelitian tindakan kelas
- Memperbaiki kinerja guru dalam melaksanakan belajar mengajar
- Terampil dalam menggunakan model pembelajaran video
c. Bagi Sekolah :
- Meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang Bahasa Inggris.
- Memunculkan inovasi untuk perbaikan dalam dunia pendidikan dan perbaikan proses belajar mengajar di SMA 3 Pekalongan, sehingga hasil belajar siswa meningkat.
C. Kajian Teori Dan Hipotesis Tindakan
1. Kajian Teori
a. Hakikat Kreativitas
Kreativitas menurut Riyanto Yatim (2009:43) dalam bukunya Paradikma Baru Pembelajaran adalah suatu proses yang menuntut keseimbangan dan aplikasi dari ketiga aspek penting yaitu: kecerdasan, analitis dan praktis. Beberapa aspek yang ketika digunakan secara kombinatif dan seimbang akan melahirkan kecerdasan dan kesuksesan. Individu yang potensial kreatif dapat dikenal melalui ciri-ciri yaitu: bersikap terbuka terhadap pengalaman baru, mempunyai hasrat keinginan lebih besar, keinginan untuk meneliti/menemukan, banyak akal, cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan, bergairah dalam melaksanakan tugas, berpikir fleksibel, kemampuan membuat analisis dan dan sintesis, memiliki semangat bertanya serta meneliti, menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban yang lebih banyak.
Apa yang membuat seseorang guru kreatif? Stenerg & Lubart mengatakan bahwa Guru kreatif adalah seseorang yang dapat memutuskan. Mereka memutuskan membeli dengan harga murah dan menjual (ide) dengan harga tinggi. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan, dimana murid-murid bisa tertawa dan dapat mengeluarkan ide-idenya. Siswa yang memiliki nilai rendah sebenarnya bukanlah problem anak melainkan menjadi masalah guru. Beberapa hal ini adalah ciri-ciri guru kreatif yaitu Guru sebagai model, mendorong siswa menemukan masalah, memberikan waktu untuk berpikir kreatif :
The investment theory of creativity (Sternberg & Lubart, 1995) asserts that creative thinkers are like good investors: They buy low and sell high. Whereas investors do so in the world of finance, creative people do so in the world of ideas.
Sedangkan Imam Musbikin (2006 : 6) mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.
David Spendlove dalam bukunya yang berjudul Creative Learning: definitions and barriers mengatakan bahwa pembelajaran kreatif adalah sebuah pembelajaran yang mengembangkan kemampuan siswa menjadi kreatif. Kreatifitas memberikan pengetahuan ketrampilan yang siswa butuhkan sehingga berhasil mendorong kemandirian, imaginasi dan aspirasi siswa. Dwijanto dalam penilitiannya tentang pembelajaran Kreatif, Efektif, menyenangkan menambahkan bahwa adanya kreatifitas pada siswa tidak datang dengan sendirinya, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif bukanlah hal yang sederhana, tetapi juga bukan hal yang sukar, kalau guru itu mau mengusahakannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan merancang pembelajaran yang kreatif antara lain guru hendaknya: memahami sifat anak, mengenal peserta didik secara individu/perorangan, memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah, mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik, memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar,memberikan umpan balik yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar, membedakan antara aktif fisik dan aktif mental.
b. Kompetensi Writing Skill
Ketrampilan menulis merupakan salah satu skill yang harus diajarkan pada pembelajaran Bahasa Inggris. Tapi dalam implementasinya skill ini sering diabaikanoleh guru bahasa Inggris dengan berbagai alasan. Terlebih lagi dalam pembelajaran writing guru masih banyak yang menggunakan pendekatan produk (product-oriented) bukan pendekatan proses (process-oriented).
Widdowson (1996: 61) mengatakan bahwa “writing is one of linguistic in written form. It is an active, productive language skill that is manifested through visual medium. Thus, writing is described as the use of medium to manifest the graphological and grammatical sistem at the language.” ( tulisan adalah salah satu dari bagian bahasa dalam bentuk tertulis. Tulisan adalah ketrampilan bahasa yang produktif dan aktif yang ditunjukkan melalui media visual, dengan demikian, tulisan digambarkan sebagai penggunaan media untuk menunjukkan sistem tulisan tangan dan sistem tata bahasa pada suatu bahasa.
c. Tayangan Video
Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Henich, Molenda, Russel (1996: 8) menyatakan bahwa: “A medium (plural media) is a channel of communication, example include film, television, diagram, printed materials, computers, and instructors. (media adalah saluran komunikasi, contoh film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer dan instruktur). Sedangkan media pembelajaran adalah mencakup semua bentuk media yang digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dengan tujuan pembelajaran.
Media/alat peraga untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini, peneliti menggunakan video sebagai alat pembelajaran. Video adalah sejenis film atau gambar yang digerakkan oleh tenaga listrik. Video dapat dilihat sebagai kumpulan pesan dalam isi audio visual, sebagaimana yang diungkapkan oleh Canning – Wilson (2000). Dalam penelitian ini, video diambil dari internet dan merupakan video normal bukan video pembelajaran yang dibuat secara khusus untuk pendidikan. Kitjima dan Lyman-Hager mengungkapkan bahwa penggunaan video dalam pengajaran writing mempunyai asumsi yang terdiri mental representasi dan kekuatan kognitif.
d. Explanation Text
Dalam pembelajaran Bahasa Inggris ada beberapa jenis teks yang diajarkan kepada siswa dari kelas X sampai dengan kelas XII. Salah satu jenis teks yang diajarkan di kelas XII adalah explanation text. Explanation text dipakai untuk menerangkan proses terjadinya fenomena alam/sosial. Bentuk/format bacaan dalam explanation text adalah : 1) pernyataan umum yang berfungsi untuk memperkenalkan topik. 2) langkah-langkah yang menerangkan bagaimana/mengapa sesuatu terjadi.
Beberapa contoh dari Explanation text tentang fenomena alam adalah proses terjadinya hujan, tsunami, banjir dll. Bisa juga menerangakan mengapa orang bisa lapar, sedangkan untuk masalah sosial contohnya adalah mengapa terjadi kepadatan penduduk atau mengapa terjadi kenakalan remaja.
2. Penelitian Relevan
Untuk menguatkan landasan teori yang digunakan perlu merujuk hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan, misalnya beberapa judul PTK dibawah ini,yaitu
“Optimalisasi Writing Skill pada Narrative Texts melalui Penggunaan Youtube Video.” Oleh Habib guru SMA Batik 1 Surakarta ,yang dimuat dalam Jurnal Pendidikan Widyatama edisi Bulan September 2011. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa pendekatan pengajaran writing skills dengan menggunakan media video youtube dapat meningkatkan hasil belajar writing narrative text. Siswa menjadi lebih cepat untuk bisa mengungkapkan pemikirannya yang berhubungan dengan narrative text dan lebih kreatif dalam belajar writing pada narrative text.
Dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai, diharapkan minat dan keterampilan siswa akan meningkat. Suasana belajar dikelas akan menjadi lebih menarik. Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran misalnya gambar, foto, papan flannel, poster, radio, tape recorder, televisi, video dan sebagainya.
Ketepatan penggunaan media sangat menunjang keberhasilan pembelajaran.
Ketepatan penggunaan media sangat menunjang keberhasilan pembelajaran.
Satu lagi penelitian yang mengacu pada writing skill adalah penelitian yang dilakukan oleh Drs Aswir Astaman, M.Pd pada tahun 2010 dengan judul “An Analysis of Teaching Writing through Genre Based Approach at SMAN.10 Pekanbaru.”
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru bahasa Inggris di SMA Negeri 10 Pekanbaru menerapkan pembelajaran berdasarkan pendekatan genre untuk keterampilan menulis dalam bahasa Inggris.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyak guru yang belum memahami sepenuhnya penerapan dan tujuan pendekatan berdasarkan genre meskipun sudah berlaku selama sekitar 4 tahun. Masih adanya ketidaksesuaian antara konsep Genre-based Approach dengan penerapan didalam kelas. Di samping itu, kesulitan guru dalam mengajar menulis adalah kurangnya penguasaan kosakata siswa dan lemahnya kemampuan siswa dalam menyusun kalimat.
Kerangka Berpikir
Skema Kerangka Berpikir :
Didasarkan pada landasan teori sesuai dengan permasalahan, maka dibuat kerangka berpikir sbb:
3. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Dugaan melalui pemanfaatan video dapat meningkatkan kreativitas siswa
2. Dugaan melalui pemanfaata video dapat meningkatkan hasil belajar siswa
3. Dugaan melalui pemanfaatan video dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa.
D. Metodologi Penelitian
1. Setting
a. Tempat Penelitian.
Penelitian dilakukan di kelas XII IPA 1 semester 1 SMA 3 Pekalongan, karena tempat dan tugas mengajar peneliti di SMA 3 Pekalongan. Jumlah siswa kelas XII IPA1 ada 32 siswa yang terdiri dari 12 putra dan 20 putri. Penelitian ini dilaksanakan mulai awal semester 1 pada kelas XII IPA1 dengan alasan sebagai berikut: 1) perlunya pengenalan sistem pembelajaran writing explanation texts dengan media video yang dimungkinkan belum pernah dialami oleh siswa sebelumnya dan supaya siswa mendapatkan model pembelajaran yang lebih menarik dan mengesankan terutama pembelajaran writing.
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai Bulan Juni 2012 sampai November 2012, yaitu di semester gasal.
2. Subyek Penelitian
Subyek penelitian yang menjadi sasaran dalam PTK ini adalah siswa SMA 3 Pekalongan kelas XII IPA1 mengingat pembelajaran memakai media Video sangat cocok untuk materi Explanation di kelas XII semester 1.
3. Sumber Data
Sumber data diambil dari siswa kelas XII IPA1 SMA N 3 Pekalongan, sebagai sumber data primer sedangkan sumber data sekunder adalah: (1) hasil penilaian guru sebelum pembelajaran menggunakan media video diberikan, (2) hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran menggunakan media video pada siklus 1, (3) hasil penilaian guru setelah pembelajaran menggunakan media video diberikan, dan (4) hasil pengamatan pelaksanaan setelah pembelajaran menggunakan video pada siklus II.
Menurut Suharsimi yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan. ( suharsimi arikunto,2008: 129)
4. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
a. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yaitu: (1) observasi, peneliti mengadakan observasi pada kegiatan siswa kelas XII IPA1 selama proses belajar mengajar writing explanation text, (2) tes (bentuknya adalah tes tertulis) dilaksanakan setelah perlakuan tindakan kelas dilakukan, (3) wawancara, dan (4) dokumen (foto)
b. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang diperlukan yaitu: (1)Lembar observasi digunakan untuk mencatat seluruh kegiatan baik yang menyangkut sikap, tingkah laku, perhatian dan kreatifitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan saat tes berlangsung, (2) instrumen test berupa lembar evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa, (3) pedoman wawancara, yang dilakukan terhadap siswa dengan menanyakan hal-hal yang sekiranya perlu untuk kepentingan penelitian dan berkaitan dengan pembelajaran writing explanation text.
5. Validasi Data
a. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data (nilai/angka) yang diperoleh siswa pada waktu kajian awal, siklus 1 dan siklus 2 dengan dalam bentuk angka/prosentase.
b. Data Kualitatif
Data kualitatif berupa diskripsi tentang pelaksanaan pembelajaran writing explanation text dengan memakai media video.
6. Analisis Data
a. Analisis Deskriptif Komparatif
Analisis deskriptif komparatif artinya membandingkan hasil belajar yang dicapai anak kondisi awal dengan pencapaian hasil belajar setelah mendapat perlakuan.
b. Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis dekriptif kualitatif dari tiap siklus, yang selanjutnya direfleksi untuk membandingkan haisl pengamatan siklus I dan siklus II.
7. Indikator Kinerja
a. Indikator Hasil Belajar
Indikator hasil belajar diketahui dengan meningkatnya kompetensi siswa dalam menulis explanation text.( 75% siswa mencapai ketuntasan belajar)
b. Indikator Proses
Indikator proses ditandai dengan meningkatnya kreativitas siswa.( 75 % siswa memiliki motivasi belajar)
8. Prosedur Tindakan
Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refeleksi.
a. Siklus I
1) Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan RPP dan materi yang akan disajikan dalam video. Mempersiapkan kisi-kisi test dan beserta soal tes
2) Pelaksanaan Tindakan
Tindakan pada tahap siklus I direncanakan 3 kali pertemuan atau 6 x 45 menit.
3) Pengamatan
Guru mengamati dan mencatat semua kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar writing dengan menggunakan media video termasuk pada saat tes tertulis berlangsung.
4) Refleksi
Kegiatan ini menganalisa data yang diperoleh baik yang berupa data kauntitatif ataupunkualitatif. Hasil dari analisa tersebut dijadikan dasar untuk membuat perencanaan sistem pembelajaran yang lebih bagus dan menarik. Untuk diterapkan pada siklus II.
b. Siklus II
1) Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan RPP dan materi yang akan disajikan dalam video. Mempersiapkan kisi-kisi test dan beserta soal tes
2) Pelaksanaan Tindakan
Tindakan pada tahap siklus I direncanakan 3 kali pertemuan atau 6 x 45 menit.
3) Pengamatan
Guru mengamati dan mencatat semua kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar writing dengan menggunakan media video termasuk pada saat tes tertulis berlangsung.
4) Refleksi
Kegiatan ini menganalisa data yang diperoleh baik yang berupa data kauntitatif ataupunkualitatif. Hasil dari analisa tersebut dijadikan dasar untuk membuat perencanaan sistem pembelajaran yang lebih bagus dan menarik.
E. Jadwal Penelitian
NO
|
KEGIATAN
|
WAKTU
|
1.
|
Penyusunan Proposal
|
Mei (minggu 1)
|
2.
|
Penyusunan Instrumen
|
Juni (minggu 1)
|
3.
|
Pengambilan Data
|
Juli (minggu 2)
|
Siklus I
|
Juli (minggu 3)
| |
Siklus II
|
September (minggu 1)
| |
4.
|
Analisis Data
|
Oktober (minggu 1)
|
5.
|
Pembahasan
|
Oktober (minggu 3)
|
6.
|
Penyusunan Laporan
|
November (minggu 2)
|
F. Rincian Biaya Penelitian
G. Personalia
Penanggung Jawab Penelitian : Dra. Dyah Catur R, M Hum
H. Daftar Pustaka
Arief S Sadiman. Et al 2003. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Canning –Wilson,.(2000). Practical aspects of using video in the Foreign Language Classroom. The Internet TESL journal 6 (11) Available at. : http://iteslj.org
David Spendlove and Dominic Wyse, D Craft, A, Hallgarten,J. 2005. Creative Learning: definitions and barriers: work in progress. University of Cambridge
Habib. 2011. 0ptimalisasi writing skill pada Narrative Texts melalui Penggunaan Youtube Video. Semarang: lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah.
Heinich, Molenda. 1996. Instructional Media and Technologies for Learning 5th Edition. USA.
Riyanto Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi Bagi Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas. Surabaya: Penerbit Kencana Media Group.
terimakasih buk, saya tertarik sama ptk ibu, boleh minta softcopynya bu?
BalasHapus