PENINGKATAN
KREATIVITAS WRITING SKILL PADA NARRATIVE TEXT MELALUI
KESEIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI BAGI PESERTA DIDIK
KELAS X MIPA2 SMA N 3 PEKALONGAN
SEMESTER 2
TAHUN AJARAN 2014-2015
Proposal PTK
Oleh :
Dra.Dyah Catur
Rachmintarti, M.Hum
SMA N 3 PEKALONGAN
JL.PROGO 28 PEKALONGAN
PROPOSAL PENELITIAN
1. Judul Penelitian
Judul
|
PENINGKATAN
KREATIVITAS WRITING SKILL PADA NARRATIVE TEXT MELALUI
KESEIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI BAGI PESERTA DIDIK KELAS X MIPA2 SMA N 3 PEKALONGAN
SEMESTER 2
TH 2014-2015
|
Peneliti :
Nama
NIP
Pangkat/Golongan
Pekerjaan
Unit Kerja
Alamat Kantor
Telp.Kantor
Alamat Rumah
Telp/Fax
E-mail
TTL
|
Dra.Dyah Catur
Rachmintarti,M.Hum
196209212000122001
IVa
Guru
SMA N 3 Pekalongan
JL. Progo no 28
Pekalongan
0285 421035
Jl Lestari 583 Bina
Griya Indah Pekalongan
087827060244
Temanggung , 21
September 1962
|
Lokasi Penelitian
|
SMA N 3 Pekalongan
|
Biaya Penelitian
|
|
Sumber Biaya
Penelitian
|
PENGESAHAN
Proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan judul:
“PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA NARRATIVE
TEXT MELALUI KESEIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI BAGI PESERTA DIDIK
KELAS X MIPA2 SMA N 3 PEKALONGAN
SEMESTER 2
TH 2014-2015”
Ini,
telah disahkan pada
:
Hari/tanggal : Senin,
2 Maret 2015
Tempat : SMA N 3 Pekalongan
Demikian
pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya, untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Mengesahkan Pekalongan,2 Maret2015
Kepala
Sekolah Peneliti,
SMA N 3
Pekalongan Guru
Bahasa Inggris SMA N 3 Pekalongan
Drs.Abdur
Rozak Dra.Dyah Catur R, M.Hum
NIP. 19650802 199203 1 008 NIP.
19620921 200012 2 001
KATA PENGANTAR
Segala
puja dan puji penulis panjatkan
kehadhlirat Allah SWT, atas terssusunnya Proposal Penelitian Tindakan Kelas ini
dalam rangka upaya melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
bagi Guru.
Tidak lupa penulis
haturkan terimakasih yang setulus-tulusnya atas motivasi dan bantuan dalam
menyelesaikan penyusunan proposal ini, antara lain kepada :
1.
Kepala Dinas Pendidikan Pekalongan yang telah
memberikan kepercayaan kepada penulis untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah
untuk Guru
2.
Kepala Sekolah SMA N 3 Pekalongan yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas
Penulis
Dyah
Catur Rachmintarti
DAFTAR ISI
Halaman
Judul...................................................................................... i
Proposal
Penelitian .......................................................................... .. ii
Pengesahan.......................................................................................... iii
Kata
Pengantar................................................................................... iv
Daftar
Isi............................................................................................... v
Bab I. Pendahuluan…………………………………………… 1
A.
Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah................................................................... 4
C. PembatasanMasalah................................................................... 5
D. Rumusan Masalah...................................................................... 5
E. Tujuan Penelitian........................................................................ 5
a. Tujuan Umum...................................................................... 5
b. Tujuan Khusus..................................................................... 5
F. Manfaat Penelitian..................................................................... 6
a. Manfaat Teoritis................................................................... 6
b. Manfaat Praktis......................................................................
Bab II. Landasan Teoritis
dan Hipotesis Tindakan
A.
Landasan Teoritis....................................................................... 8
B. Penelitian Relevan.................................................................... 13
C. Kerangka Berpikir.................................................................... 14
D. Hipotesis Tindakan.................................................................. 15
Bab III. Metode
Penelitian
A.
Setting………………………………………………………..16
a.
Waktu................................................................................. 16
b.
Tempat............................................................................... 16
B. Desain Penelitian..................................................................... 16
C. Subjek Penelitian .................................................................... 17
D. Focus Penelitian...................................................................... 17
E. Instrumen
Penelitian………………………………………… 17
F. Teknik Pengumpulan
Data…………………………………..19
a. Data Kuantitatif................................................................. 19
b. Data Kualitatif................................................................... 19
G. Teknik Analisis Data
a. Analisis Deskriptif Komparatif.......................................... 20
b. Analisis Deskriptif Kualitatif............................................. 20
H. Indikator
a. Indikator Hasil Belajar....................................................... 20
b. Indikator Proses Pembelajaran........................................... 20
I. Prosedur Tindakan
a. Siklus I ............................................................................. 21
1) Perencanaan................................................................. 21
2) Pelaksanaan Tindakan.................................................. 22
3) Pengamatan.................................................................. 23
4) Refleksi........................................................................ 23
b. Siklus
II
1) Perencanaan................................................................. 23
2) Pelaksanaan
Tindakan.................................................. 24
3) Pengamatan.................................................................. 25
4) Refleksi........................................................................ 25
J. Jadwal
Penelitian..................................................................... 26
K.
Daftar Pustaka......................................................................... 26
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Penguasaan
Bahasa Inggris sangat terlihat manfaatnya pada masa sekarang ini.Selain sebagai
alat untuk berkomunikasi secara lisan, Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar sumber
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni seperti buku, jurnal, dan karya sastra.
Bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional dan bahasa asing utama di Indonesia
yang diajarkan sebagai mata pelajaran wajib pada tingkat sekolah menengah atas,
sehingga dijadikan salah satu penentu kelulusan Ujian Nasional. Hal ini semua
dituangkan dalam Permendiknas No 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas
No 22 dan 23 Tahun 2006 Tentang standar isi dan Standar Kompetensi untuk satuan
Pendidikan Dasar dan menengah.
Dalam
pembelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas, beberapa jenis teks
diajarkan untuk menunjang kompetensi Bahasa Inggris peserta didiktermasuk di
antaranya seperti narrative teks. Dalam pembelajaran berbagai jenis teks tersebut
peserta didik dituntut untuk dapat memahaminya dan menuliskannya, akan
tetapi pembelajaran Bahasa Inggris sekarang ini masih terhambat pada kesulitan peserta
didik dalam memahami dan membuat jenis teks tertentu. Variasi dalam
pembelajaran teks perlu dilakukan untuk menunjang pemahaman peserta didik
terhadap teks Bahasa Inggris yang diajarkan.Salah satu materi teks yang
dipelajari untuk sekolah menengah atas adalah Narrative text. Jenis teks ini
berisikan tentang respon terhadap karya sastra seperti film, novel, drama, dan
puisi. Narrative
text menuntut peserta didik untuk memahami
terlebih dahulu karya sastra sebelum membuat responnya. Namun, Pemahaman
terhadap teks tersebutselama ini hanya ditunjang dengan kegiatan membaca secara
mandiri lalu membuat narrative teks
terhadap karya sastra tersebut. Hal inilah yang membuat peserta didik hanya terfokus
terhadap latihan – latihan yang memanfaatkan otak kiri saja.Sehingga pemahaman dan
respon peserta didik terhadap karya sastra menjadi kurang maksimal dan
cenderung terasa membosankan.
Kegiatan
belajar yang dilakukan oleh peserta didik tentunya berkaitan dengan proses
berpikir yang melibatkan fungsi otak. Akan tetapi hal itu cenderung lebih
dominan menggunakan otak kiri. Inilah yang membuat para peserta didik menjadi
cepat lelah, cenderung merasa cepat bosan, dan mudah menyerah dalam pembelajran
teks Bahasa Inggris. Sebenarnya, untuk memperoleh kualitas proses belajar
mengajar yang baik, guru perlu mempertimbangkan kegiatan yang di dalamnya
terdapat keseimbangan penggunaan otak kanan dan kiri. Seperti yang dicontohkan
oleh Dr. dr. BM Wara Kushartanti (2004)dalam salah satu pidatonya, bahwa:
“Jika kita mendengarkan lagu, otak kiri akan
memproses syairnya, dan otak kanan akanmemproses musiknya sehingga tidak heran
kalau kita mampumemahami kata-kata lagu dengan begitu mudah dan hafal dengancepat,
karena otak kiri dan kanan keduanya terlibat.”
Hal
ini tentu dapat menjadi masukan kepada guru agar lebih mengeksplor aktifitas pembelajaran
untuk kelasnya. Dalam pengajaran teks yang berkaitan dengan respon terhadap
karya sastra seharusnya bisa menjadi bagian dari materi Bahasa Inggris yang
menyenangkan untuk peserta didik. Terlebih karya sastra yang disampaikan oleh writer memiliki tujuan untuk menghibur
para pembaca. Namun yang terjadi justru sebaliknya, guru masih bertahan dengan
kegiatan pembelajaran yang monoton dan pemberian tugas – tugas kepada peserta
didik seperti pembelajaran biasanya.
Dalam
pengajaran Bahasa Inggris, kemampuan membaca tidak dapat dipisahkan dengan
kemampuan menulis.Pembelajaran yang efektif akan dapat mengoptimalkan kemampuan
peserta didik baik dalam membaca dan menulis. Optimalisasidapat dilakukan
dengan membuat peserta didik terlebih dahulu merasa rileks. Untuk merilekskan
pikiran, musik dapat menghilangkanpikiran yang mengganggu dan mengkondisikan
otak agar relaks sehingga otak kanan akan terkondisi untuk siagamenerima
informasi (Kushartanti, 2004).
Oleh
karena itu, guru harus ditingkatkan ketrampilannya dalam proses pembelajaran.Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah belum menunjukkan hasil
yang diharapkan karena suasana pembelajaran yang monoton akan membuat peserta didik sulit
menerima informasi. Dengan kondisi pembelajaran Bahasa Inggris yang memprihatinkan tersebut mengharuskan
guru untuk melakukan pembenahan.
Dari hasil interview peserta didik kelas X Mipa2 SMAN
3 Pekalongan,
sebanyak 30menjawab
bahwa pada saat mata pelajaran Bahasa Inggris mereka kurang tertarik, merasa bosan, cepat lelah
dan merasa sulit dalam memahami karya sastra berbentuk teks tertulis.Kesulitan peserta
didik dalam memberikan respon mereka terhadap karya sastra sangat terlihat
ketika mereka diminta mengungkapkan kembali isi dan pesan yang ingin
disampaikan melalui karya sastra, serta memberikan tanggapan mengenai kelebihan
dan kekurangan.
Seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, peserta didik dituntut untuk
berpikir kritis. Pembelajaran Narrative teksmampu menyajikan materi bagi peserta didik untuk
memberikan respon terhadap suatu hal sehingga mereka terlatih untuk berpikir
kritis. Pembelajaran yang optimal melalui kegiatan yang menyeimbangkan otak
kanan dan kiri diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mempelajari dan
memahami Narrative
teks.
Dari penjelasan di atas, penulis
bermaksud meningkatkan ketrampilan Bahasa Inggris dalam pembelajaran Narrative teks melalui kegiatan yang
memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri.
B. Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, identifikasi
masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini yaitu :
a. Peserta
didik kesulitan dalam menulis narrative teks
b. Motivasi
belajar peserta didik rendah.
c. Kegiatan
pembelajaran kurang menarik dan monoton.
d. Penggunaan
otak kiri yang dominan
C. Pembatasan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang dan identifikasi masalah di atas, Penelitian Tindakan Kelas ini
dibatasi pada : “Peningkatan kemampuan writing skill pada pembelajaran Narrative text melalui keseimbangan Otak Kanan dan
Otak Kiri bagi peserta didik kelas X Mipa2 SMAN 3 Pekalongan semester 2 tahun pelajaran 2014-2015.”
D. Rumusan
Masalah
Rumusan
Masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
1. Apakah melalui keeimbangan
Otak Kanan dan Kiri dapat meningkatkan kemampuan
peserta didik dalam kreatifitas writing skill pada Narrative
text?
2. Bagaimana cara meningkatkan keseimbangan otak kanan
dan otak kiri perseta didik dalam kreatifitas writing skill pada Narrative text?
E. Tujuan
Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
a.
Mengetahui apa perbedaan antara kegiatan pembelajaran yang menggunakan keseimbangan otak kanan dan kiri dengan yang hanya
menggunakan otak kiri.
b.
Menentukan apakah kegiatan pembelajaran yang menggunakan keseimbangan
otak kanan dan kiri dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik untuk Narrative text?
c.
Mengemukakan apakah pembelajaran yang menggunakan keseimbangan otak kanan
dan kiri dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik secara signifikan?
F.
Manfaat Penelitian
a.
Manfaat Teoritis
1. Memberikan kontribusi pengembangan pengetahuan
tentang peningkatan kreativitas peserta didik dalam menulis
Narrative teks.
2. Untuk meningkatkankompetensi peserta didik dalam menulis Narrative teks melalui
kegiatan yang menggunakan keseimbangan otak kanan dan kiri.
3. Menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya
b.
Manfaat Praktis
1. Bagi peserta didik :
Meningkatkan minat, kemampuandan hasil belajar peserta
didik SMA Kelas X dalam
pembelajaran Bahasa Inggris menulis Narrative text.
2. Bagi Sekolah
Meningkatkan
prestasi sekolah dalam bidang Bahasa Inggris.
Menjadikan motivasi
untuk perbaikan dalam dunia pendidikan dan perbaikan proses belajar mengajar di
SMA 3 Pekalongan, sehingga hasil belajar peserta didik meningkat.
3. Bagi guru :
Memberikan masukan dalam pembelajaran yang dilakukan melalui
refleksi dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang
dilakukan berdasarkan penelitian tindakan kelas. Sehingga diharapkan dapat memperbaiki kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
4. Bagi Sekolah :
Meningkatkan prestasi sekolah dalam
bidang Bahasa Inggris dan menjadi
inspirasi kegiatan pembelajaranuntuk mata pelajaran lain disesuaikan dengan
kebutuhan materi yang ada.
BAB II
Landasan Teoritis dan
Hipotesis Tindakan
A. Landasan Teoritis
1.
Hakikat
Kreativitas
Kreativitas menurut Riyanto Yatim (2009:43) dalam
bukunya Paradikma Baru Pembelajaran adalah suatu proses yang menuntut
keseimbangan dan aplikasi dari ketiga aspek penting yaitu: kecerdasan, analitis
dan praktis. Beberapa aspek yang ketika
digunakan secara kombinatif dan seimbang akan melahirkan kecerdasan dan
kesuksesan. Individu yang potensial
kreatif dapat dikenal melalui ciri-ciri yaitu: bersikap terbuka terhadap
pengalaman baru, mempunyai hasrat keinginan lebih besar, keinginan untuk
meneliti/menemukan, banyak akal, cenderung mencari jawaban yang luas dan
memuaskan, bergairah dalam melaksanakan tugas, berpikir fleksibel, kemampuan
membuat analisis dan dan sintesis, memiliki semangat bertanya serta meneliti,
menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban yang lebih
banyak.
Apa
yang membuat seseorang guru kreatif?
Stenerg & Lubart mengatakan bahwa Guru kreatif adalah seseorang yang
dapat memutuskan. Mereka memutuskan
membeli dengan harga murah dan menjual (ide) dengan harga tinggi. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang
menyenangkan, dimana murid-murid bisa tertawa dan dapat mengeluarkan
ide-idenya. Siswa yang memiliki nilai
rendah sebenarnya bukanlah problem anak melainkan menjadi masalah guru. Beberapa hal ini adalah ciri-ciri guru
kreatif yaitu Guru sebagai model, mendorong siswa menemukan masalah, memberikan
waktu untuk berpikir kreatif :
The
investment theory of creativity (Sternberg & Lubart, 1995) asserts that
creative thinkers are like good investors: They buy low and sell high. Whereas
investors do so in the world of finance, creative people do so in the world of
ideas.
Sedangkan Imam Musbikin (2006
: 6) mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat
hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan
konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal
yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.
David
Spendlove dalam bukunya yang berjudul Creative
Learning: definitions and barriers mengatakan bahwa pembelajaran kreatif
adalah sebuah pembelajaran yang mengembangkan kemampuan siswa menjadi
kreatif. Kreatifitas memberikan
pengetahuan ketrampilan yang siswa butuhkan sehingga berhasil mendorong kemandirian, imaginasi dan aspirasi
siswa. Dwijanto dalam penilitiannya tentang pembelajaran Kreatif, Efektif,
menyenangkan menambahkan bahwa adanya kreatifitas pada siswa tidak datang
dengan sendirinya, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Untuk menciptakan
pembelajaran yang kreatif bukanlah hal yang sederhana, tetapi juga bukan hal
yang sukar, kalau guru itu mau mengusahakannya. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan ketika akan merancang pembelajaran yang kreatif antara lain guru
hendaknya: memahami sifat anak, mengenal peserta didik secara
individu/perorangan, memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar,
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan
masalah, mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik, memanfaatkan
lingkungan sebagai sumber belajar,memberikan umpan balik yang bertanggung jawab
untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar, membedakan antara aktif fisik dan
aktif mental.
2.
Writing
Skill
Ketrampilan menulis merupakan salah satu
skill yang harus diajarkan pada pembelajaran
Bahasa Inggris. Tapi dalam implementasinya skill ini sering diabaikan oleh guru bahasa Inggris dengan berbagai
alasan. Terlebih lagi dalam pembelajaran
writing guru masih banyak yang menggunakan pendekatan produk (product-oriented)
bukan pendekatan proses (process-oriented). Kemampuan
menulis berarti kemampuan peserta didik melakukan tindakan dalam mencatatkan
gagasan, ide dalam bentuk karangan setelah mengikuti proses pembelajaran yang
bisa diamati dan diukur yang mencakup pengetahuan, ketrampilan kognitif,
efektif dan psikomotorik.
Tulisan adalah salah satu dari bagian bahasa
dalam bentuk tertulis. Tulisan adalah
ketrampilan bahasa yang produktif dan aktif yang ditunjukkan melalui media
visual, dengan demikian, tulisan digambarkan sebagai penggunaan media untuk
menunjukkan sistem tulisan tangan dan sistem tata bahasa pada suatu bahasa.
Mengajar writing mempunyai beberapa tujuan
sebagai berikut: penguatan, menulis digunakan untuk memperkuat susunan tata
bahasa, idiomatik dan kosa kata; pengembangan bahasa, menulis membantu
kemahiran bahasa peserta didik; belajar gaya/model, ada beberapa peserta didik
yang memerlukan waktu untuk berpikir dan menghasilkan sebuah bahasa dengan
lambat untuk merefleksikan apa yang mereka pelajari; menulis sebagai
ketrampilan , hal ini merupakan alasan yang paling penting untuk mengajar writing. Melalui menulis, kemampuan peserta
didik dalam menganalisa dan mempersatukan pengetahuan tentang unsur bahasa yang
berlainan terwujud.
Ada beberapa
masalah yang peserta didik hadapi dalam kegiatan menulis Brown (2004: 219-220) membedakan berbagai jenis
pelaksanaan menulis di ruang kelas diantaranya: tulisan meniru, tulisan
sendiri/written grammar exercise,
tulisan yang diperlihatkan, dan tulisan nyata.
Jenis pelaksanaan tulisan diruang kelas yang digunakan dalam penelitian
ini adalah penulisan yang terkontrol.Disini penulis memberi serangkaian langkah untuk menstimulasi peserta
didik menyusun Narrative Textdan kemudian mereka diminta untuk
membuat garis besar teks sendiri untuk dikembangkan dibawah petunjuk guru.
3.
Narrative text
Hyland (2004: 4) mengungkapkan bahwa
“genre” adalah sebuah bentuk pengelompokkan teks, mewakili bagaimana
penulissecara khusus menggunakan bahasa untuk merespon dalam mengulang situasi.Selain
itu, setiap jenis teks memiliki sejumlah ciri – ciri tersendiri yang membedakan
satu dengan yang lainnya. Pembagian tersebut dari strukturnya dan juga
tingkatan konteksnya berkaitan dengan fungsi sosial.
Sebuah teks terbentuk ketika sejumlah
kata disusun bersama untuk menyampaikan maksud/ arti, bahkan ketika kamu
menulis atau berbicara untuk menyampaikan sebuah pesan maka hal itu disebut
menyusun sebuah teks (Anderson, 2003: 1). Memilih kata untuk menyusun sebuah
teks dapat disesuaikan dengan tujuan dari penulisannya. Seperti teks lainnya, narrative
teks juga memiliki tujuan dalam penulisannya yaitu untuk memberikan opini
mengenai film, buku, atau pertunjukan.
Dalam penulisan Narrative teks (Anderson, 2003: 41), terdapat scaffold(langkah – langkah)yang di
antaranya:
1.
Paragraf pengenalan berisi tentang identitas buku seperti judul,
penulis, dan jumlah halaman.
2.
Ringkasan isi dari buku/ novel yang dinarrative, mengenai apa
yang diceritakan, tokoh, dan amanat yang disampaikan melalui cerita.
3.
Penilaian mengenai buku/ novel tersebut, dapat juga
memberikan rekomendasi.
4.
Keseimbangan
otak kanan dan otak kiri
Menurut (Nirmalasari, 2011: 181), otak
mempunyai kelengkapan untuk memperlancar perpindahan aktivitas berpikir dari
cerebral cortex (wilayah sadar) ke basal ganglia (wilayah tak sadar). Saat
proses itu berlangsung, dendrit -dendrit (sambungan-sambungan saraf) menjadi
semakin tebal dan semakin efisien cara kerjanya. Ketika seseorang melakukan
kegiatan yang menyenangkan maka akan semakin mudah untuk otak dalam menyimpan.
Memori tentang kegiatan tersebut juga tidak akan mudah hilang karena hal – hal
yang terjadi pada waktu tersebut melibatkan proses berpikir yang disetujui otak.
Otak kiri mempunyai kemampuan berpikir
yang linier dansekuensial, sedangkan otak kanan beserta kreativitasnya akanberkoordinasi
untuk memahami dan menyelesaikan persoalan secara holistik. Sistem pendidikan
yang baik harus dapatmenyediakan model pembelajaran untuk optimalisasi kedua
belahotak(Kushartanti, 2004: 10).
Kecerdasan manusia kini sudah semakin
banyak terungkap. Dari perkembangan teori yang pernah ada sebelumnya, telah
diketahui bahwa terdapat sembilan jenis kecerdasan yang biasa disebut “Multiple
Intelligences” (Gardner, 2009: 1):
1. Kecerdasan Verbal/ bahasa
2. Kecerdasan Logika matematika
3. Kecerdasan Spatial/ ruang
4. Kecerdasan Gerak (bodily-kinesthetic)
5. Kecerdasan Musik
6. Kecerdasan Interpersonal
7. Kecerdasan Intrapersonal
8. Kecerdasan Naturalist
9. Kecerdasan Existential
B. Penelitian
Relevan
Untuk menguatkan landasan teori yang digunakan perlu
merujuk hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan, misalnya beberapa judul
PTK dibawah ini,yaitu
“Peningkatan Kreativitas Writing Skill Pada Explanation TextMelalui Penggunaan
Tayangan Video Bagi Peserta didik Kelas Xii Ipa1 Sma N 3
Pekalongan Semester 1 Th 2012-2013.”Oleh Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 3 Pekalongan.Dalam penelitian
tersebut disimpulkan bahwa pendekatan pengajaran writing skills dengan menggunakan tayangan video dapat meningkatkan
hasil belajar writing narrative text.Peserta didik
menjadi lebih cepat untuk bisa mengungkapkan pemikirannya yang berhubungan
dengan explanation text dan lebih kreatif dalam belajar writing pada narrative text.
Selain itu penelitian yang mengacu pada keseimbangan kinerja
otak kanan dan kiri adalah penelitian yang dilakukan oleh Marintan Nirmalasari
pada tahun 2011 yang berjudul “Pengembangan Model Memorization Learning dalam
Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Pelajaran Kimia SMA.” Melalui
pembelajaran tersebut disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang
memfungsikan keseimbangan kinerja otak kanan dan kiri dapat meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam memahami materi dan memotivasi mereka untuk lebih
antusias dalam belajar.
C. Kerangka
Berpikir
Skema Kerangka Berpikir :
Didasarkan pada landasan teori sesuai dengan permasalahan, maka dibuat
kerangka berpikir sebagai berikut:
D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan rumusan masalah
dan kajian pustaka maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah : Keseimbangan
Otak Kanan dan Otak Kiri dapat meninfkatkan kreativitas writing skill pada Narrative Teks.
BAB III
Metodologi
Penelitian
A. Setting Penelitian
Setting dalam penelitian ini adalah peserta didik peserta didik SMA 3
Pekalongan kelas X IPA. Karena
menggunakan purposive sampling, maka
peneliti menjadikan kelas X Mipa 2.sebagai
sampel dengan alasan sebagai berikut:
1.
Materi Narrative text diajarkan pada
kelas X IPA2
2.
Mata Pelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu subjek yang penting
bagi kelas X IPA.
B. Desain Penelitian.
Penelitian ini
merupakan action research atau biasa
disebut juga penelitian tindakan kelas yang menggunakan dua siklus. Seperti
yang dikemukakan oleh Burns bahwa
model action research dari Kemmis
and McTaggart yang
paling sesuai untuk diaplikasikan. Siklus
pertama dapat berlanjut ke siklus selanjutnya hingga peneliti mendapatkan hasil
penelitian yang memuaskan.
|
Figure 3.1 Cyclical AR Model oleh Burns
|
C. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA 3
Pekalongan kelas X IPA.
D.
Focus
Penelitian
Focus penelitian ini adalah Peningkatan kreativitas Writing Skill pada
Narrative Teks melalui keseimbangan Otak Kanan dan Otak Kiri pada peserta didik
kelas X MIPA 2 SMA Negeri 3 Pekalongan.
E.
Instrumen Penelitian
Menurut
Treece, terdapat dua kategori instrumen penelitian (Hartoyo, 2012: 45):
1.
Mechanical devices
Dalam ilmu pengetahuan
sosia dan keperawatan, mechanical
devices berupa rekaman tape, kamera, film dan video.
2.
Clerical
tools
Contoh clerical tools antara lain;
catatan sejarah, case study,
questionnaire, dan hasil interview.
Terdapat
tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu interview, test, dan questionnaire. Tujuan
dari penggunaan pre-test dan
post-test yaitu untuk mengetahui
kemampuan awal peserta didik dalam menulis Narrative text dan perkembangannya setelah mengaplikasikan
kegiatan yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri.
F.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk
penelitian ini yaitu interview dan artefak. Interview yang dilakukan yaitu
dengan mewawancarai peserta didik - siswi kelas X IPA 2 SMA N 3
Pekalongan melalui
pemberian beberapa pertanyaan untuk mengetahui kondisi peserta didik dalam
mempelajari Bahasa Inggris materi narrative
text. Menganalisa hasil kemampuan peserta didik dan questionnaire setelah pembelajaran yang memanfaatkan keseimbangan
otak kanan dan kiri dilaksanakan.
Semua jenis
data tersebut terdapat pada data
collection-tools dalam penelitian tindakan kelas oleh Phillips and Carr (2010: 78), yaitu:
Observation
|
Interview
|
Artifacts
|
note-taking/ note-making
|
survey
|
student work
|
anecdotal records
|
questionnaire
|
internet postings
|
logs
|
attitude rating
|
portofolios
|
checklists
|
formal interview
|
student self-assesment
|
mapping
|
informal interview
|
test scores
|
shadowing
|
focus group
|
attendance records
|
digital photography
|
sociogram
|
|
digital video and audio
|
multiple intelligence
approaches
|
Apabila peneliti menggunakan kuesioner
atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden,
yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik
pertanyaan tertulis maupun lisan (Arikunto, 2008: 129).
Dalam
melaksanakan penelitian ini, interview dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum kondisi peserta didik mengenai narrative text yang bisa dihubungkan
dengan hasil pretest. Beberapa data
akan didapat melalui pretest dan post-test yang dilakukan pada permulaan dan bagian akhir
penelitian.Questionnaire yang terdiri
dari beberapa pertanyaan akan memberikan informasi mengenai minat dan tanggapan
mereka terhadap pemanfaatan kegiatan yang menggunakan keseimbangan otak kanan
dan otak kiri.
G.
Teknik Analisis
Data
1.
Analisis Deskriptif Komparatif
Analisis deskriptif komparatif artinya membandingkan hasil belajar yang
dicapai anak kondisi awal dengan pencapaian hasil belajar setelah mendapat
perlakuan.
2.
Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis dekriptif kualitatif dari tiap siklus, yang selanjutnya
direfleksi untuk membandingkan haisl pengamatan siklus I dan siklus II.
H.
Indikator
Kinerja
1.
Indikator Hasil Belajar
Indikator hasil belajar diketahui dengan meningkatnya kompetensi peserta
didik dalam menulis Narrative text(
75% peserta didik mencapai ketuntasan belajar)
2.
Indikator Proses
Indikator proses ditandai dengan meningkatnya kreativitas peserta didik.(
75 % peserta didik memiliki motivasi belajar)
I.
Prosedur Tindakan
Penelitian
Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan
tindakan, pengamatan dan refeleksi.
1.
Siklus I
a).
Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti
mempersiapkan RPP dan materi yang akan disajikan dilengkapi kegiatan yang memanfaatkan keseimbangan
otak kanan dan kiri. Mempersiapkan kisi-kisi test dan beserta soal tes. Mengadakan pengecekan fasilitas atau perlengkapan yang
dimiliki kelas XII IPA 1 agar proses pembelajaran berjalan lancar.
Tindakan pada tahap siklus 1
direncanakan 3 kali pertemuan atau 6x45 menit. Pertemuan I memerlukan waktu
2x45 menit, pertemuan ke II, 2x45 menit dan pertemuan ketiga untuk tes selama 2x45
menit. Setiap kali pertemuan,proses pembelajaran dibagi
menjadi 3 tahap, yaitu appersepsi atau pendahuluan,kegiatan inti, dan penutup.
Alokasi waktu untuk appersepsi kurang lebih 20 menit, kegiatan inti 60 menit
dan penutup 10 menit
b). Pelaksanaan
Tindakan
Langkah-langkah dalam siklus I yaitu; (a) dalam setiap pertemuan pada siklus I kegiatan
intinya adalah sebagai berikut : peneliti menginstruksikan peserta didik untuk membuat
kelompok, kemudian mendengarkan lagu yang berkaitan dengan cerita Cinderella. Dengan
tekhnik jigsaw, masing – masing kelompok bertanggung jawab untuk mendengarkan lalu dan menceritakan maksud lagu sehingga semua peserta
didik mengetahui isi cerita dari lagu tersebut. Guru memberikan feedback untuk
kegiatan tersebut. Kemudian, peserta didik diberi cuplikan gambar – gambar yang
terdapat pada cerita ”Cinderella” secara
berurutan. Peserta didik mengamati gambar dan diminta untuk menceritakannya
secara tertulis sesuai dengan pemahaman mereka. Dari kegiatan tersebut, peserta
didik berusaha untuk mengaitkan gambar- gambar dengan lagu – lagu yang ada.
Guru memberikan feedback untuk memberikan penguatan dan penjelasan seperlunya
sebagai fasilitator.
Pada pertemuan berikutnya, peserta didik kembali
dibagi dalam kelompok. Masing – masing kelompok diberi cuplikan cerita “Cinderella” dengan
gambar yang sesuai dengan isi cerita. Dengan tehnik Jigsaw, dalam satu kelompok
diputarkan lagu – lagu barat yang berkaitan atau sesuai dengan suasana cerita Frozen. Masing – masing anggota menuliskan pendapatnya
mengenai cerita yang dimaksud. Setelah selesai masing – masing kelompok membuat
rangkuman cerita dan menempelkannya pada dinding atau pojok kelas. Guru menata
pergerakan kelompok agar semua peserta didik secara bergantian dapat melihat
hasil kerja kelompok masing – masing sebagai referensi dan mencatat hal – hal
penting. Guru sebagai fasilitator memberikan feedback.
c).
Pengamatan
Guru mengamati dan mencatat
semua kegiatan dan keaktifan peserta didik dalam proses
belajar mengajar writing yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri termasuk pada saat tes
tertulis berlangsung.
d). Refleksi
Kegiatan ini menganalisa
data yang diperoleh baik yang berupa data kauntitatif ataupun kualitatif. Hasil
dari analisa tersebut dijadikan dasar untuk membuat perencanaan sistem
pembelajaran yang lebih bagus dan menarik.Untuk diterapkan pada siklus II.
2.
Siklus
II
a). Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti
mempersiapkan RPP dan materi yang akan disajikan dilengkapi kegiatan yang memanfaatkan keseimbangan
otak kanan dan kiri. Mempersiapkan kisi-kisi test dan beserta soal tes. Mengadakan pengecekan fasilitas atau perlengkapan yang
dimiliki kelas X MIPA 2 agar proses pembelajaran berjalan lancar.
Tindakan pada tahap siklus II direncanakan 3 kali pertemuan atau 3x45 menit. Pertemuan I memerlukan
waktu 2x45 menit, pertemuan ke II, 1x45 menit dan pertemuan ketiga untuk tes
selama 1x45 menit. Setiap kali pertemuan, proses pembelajaran dibagi
menjadi 3 tahap, yaitu appersepsi atau pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.
Alokasi waktu untuk appersepsi kurang lebih 20 menit, kegiatan inti 60 menit
dan penutup 10 menit.
b). Pelaksanaan
Tindakan
Langkah-langkah dalam siklus II yaitu; (a) dalam setiap
pertemuan pada siklus I kegiatan intinya adalah sebagai berikut : peneliti menginstruksikan peserta didik untuk membuat
kelompok, kemudian diperdengarkan lagu Bahasa Inggris sesuai cerita Narrative yang akan
dibahas. Dengan tekhnik
jigsaw (Kaptiningrum, 2011: 9–10), masing – masing kelompok bertanggungjawab
untuk mendengarkan lalu menceritakan maksud lagu sehingga semua peserta didik
mengetahui isi cerita dari lagu tersebut. Guru memberikan feedback untuk
kegiatan tersebut. Kemudian, peserta didik diberi cuplikan gambar – gambar yang
terdapat pada teks ”Frozen” secara
berurutan. Peserta didik mengamati gambar dan diminta untuk menceritakannya
secara tertulis sesuai dengan pemahaman mereka. Dari kegiatan tersebut, peserta
didik berusaha untuk mengaitkan gambar- gambar dengan lagu – lagu yang ada.
Guru memberikan feedback untuk memberikan penguatan dan penjelasan seperlunya
sebagai fasilitator.
Pada pertemuan berikutnya, peserta didik kembali
dibagi dalam kelompok. Masing – masing kelompok diberi cuplikan cerita “Frozen” dengan
gambar yang sesuai dengan isi cerita. Dengan tehnik Jigsaw, dalam satu kelompok
diputarkan lagu – lagu barat yang berkaitan atau sesuai dengan suasana cerita. Masing – masing anggota menuliskan pendapatnya mengenai
cerita yang dimaksud. Setelah selesai masing – masing kelompok membuat
rangkuman cerita dan menempelkannya pada dinding atau pojok kelas. Guru menata
pergerakan kelompok agar semua peserta didik secara bergantian dapat melihat
hasil kerja kelompok masing – masing sebagai referensi dan mencatat hal – hal
penting. Guru sebagai fasilitator memberikan feedback.
c). Pengamatan
Guru mengamati dan mencatat
semua kegiatan dan keaktifan peserta didik dalam proses
belajar mengajar writing yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri termasuk pada saat tes
tertulis berlangsung.
d). Refleksi
Kegiatan ini menganalisa
data yang diperoleh baik yang berupa data kauntitatif ataupunkualitatif.Hasil
dari analisa tersebut dijadikan dasar untuk membuat perencanaan sistem
pembelajaran yang lebih bagus dan menarik.
J.
Jadwal Penelitian
NO
|
KEGIATAN
|
WAKTU
|
1.
|
Penyusunan
Proposal
|
Februari (minggu 1)
|
2.
|
Penyusunan
Instrumen
|
Maret (minggu 1)
|
3.
|
Pengambilan
Data
|
Maret (minggu 3)
|
Siklus
I
|
Maret(minggu 4)
|
|
Siklus
II
|
April (minggu 3)
|
|
4.
|
Analisis
Data
|
Mei (minggu 1)
|
5.
|
Pembahasan
|
Mei (minggu 3)
|
6.
|
Penyusunan
Laporan
|
Juni (minggu 2)
|
K.
Daftar
Pustaka
Anderson, M. 2003. Text Types in English2.
South Yarra: Macmillan Education Australia.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedure Penelitian, Suatu
Pendekatan Praktis. Rineka
Cipta: Jakarta
Brown, H.Douglas, 2000. Principles
Language Learning and Teaching. San
Francisco: Longman Inc.
Brown,
H. G. 2004. Language Assessment. New York: Pearson Education Inc.
Depdiknas.
2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Depdiknas
Gardner, H. 2009. Howard Gardner’s Theory of
Multiple Intelligences. Northern Illinois University,
Faculty Development and Instructional Design Centeravailable atwww.niu.edu/facdev[Accessed
Date: 2014/12/21]
Hartoyo. 2012. Linguistic
and Educational Research. Semarang: Semarang State University Press
Hyland, K. 2004. Genre and Second Language Writing. USA:
The University of Michigan Press
Kaptiningrum, P. 2011. The Effectiveness of Jigsaw Method to Improve The Students’ Show
Presenting Skill. (Final
Project of Semarang State University)
Kushartanti, B. M. W. 2004. Optimalisasi Otak
dalam Sistem Pendidiksn Berperadaban. (Naskah Pidato Dies Natalis ke-40
Universitas Negeri Yogyakarta)
Nirmalasari, M. 2011. Pengembangan Model Memorization
Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Pelajaran Kimia SMA.
Jurnal Pasca Sarjana edisi khusus No. 2. Universitas Pendidikan Indonesia
Phillips D.K., and Carr K. 2010. Becoming A Teacher Through Action Research. New
York: Routledge
Rachmintarti, D. C. 2012. Peningkatan
Kreativitas Writing Skill pada ExplanationText Melalui
Penggunaan Tayangan Video. Semarang:
lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar