Minggu, 19 April 2015

PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA NARRATIVE TEXT  MELALUI  KESEIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI BAGI PESERTA DIDIK KELAS X MIPA2 SMA N 3 PEKALONGAN SEMESTER 2
TAHUN AJARAN 2014-2015







Proposal PTK




Oleh :
Dra.Dyah Catur Rachmintarti, M.Hum
SMA N  3 PEKALONGAN
JL.PROGO 28 PEKALONGAN


PROPOSAL PENELITIAN

1. Judul Penelitian

Judul
PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA  NARRATIVE TEXT  MELALUI  KESEIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI BAGI PESERTA DIDIK KELAS X   MIPA2 SMA N 3 PEKALONGAN SEMESTER 2 TH 2014-2015
Peneliti :
Nama
NIP
Pangkat/Golongan
      Pekerjaan
      Unit Kerja
      Alamat Kantor
Telp.Kantor
Alamat Rumah
      Telp/Fax
E-mail
TTL

Dra.Dyah Catur Rachmintarti,M.Hum
196209212000122001
IVa
Guru
SMA N 3 Pekalongan
JL. Progo no 28 Pekalongan
0285 421035
Jl Lestari 583 Bina Griya Indah Pekalongan
087827060244
Temanggung , 21 September 1962
Lokasi Penelitian
SMA N 3 Pekalongan
Biaya Penelitian

Sumber Biaya Penelitian




PENGESAHAN

            Proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan judul:
 “PENINGKATAN KREATIVITAS WRITING SKILL PADA  NARRATIVE TEXT  MELALUI  KESEIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI BAGI PESERTA DIDIK KELAS X MIPA2 SMA N 3 PEKALONGAN SEMESTER 2 TH 2014-2015”

 Ini, telah disahkan pada      :
                        Hari/tanggal                           : Senin, 2 Maret 2015
                        Tempat                                   : SMA N 3 Pekalongan
            Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.


            Mengesahkan                                                                Pekalongan,2 Maret2015
           Kepala Sekolah                                                                             Peneliti,
     SMA N 3 Pekalongan                                         Guru Bahasa Inggris SMA N 3 Pekalongan

         Drs.Abdur Rozak                                                          Dra.Dyah Catur R, M.Hum
NIP. 19650802 199203 1 008                                                 NIP. 19620921 200012 2 001
KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji penulis panjatkan kehadhlirat Allah SWT, atas terssusunnya Proposal Penelitian Tindakan Kelas ini dalam rangka upaya melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru.
Tidak lupa penulis haturkan terimakasih yang setulus-tulusnya atas motivasi dan bantuan dalam menyelesaikan penyusunan proposal ini, antara lain kepada :
1.      Kepala Dinas Pendidikan Pekalongan yang telah memberikan kepercayaan kepada penulis untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah untuk Guru
2.      Kepala Sekolah SMA N 3 Pekalongan yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas


Penulis

                                                                                    Dyah Catur Rachmintarti
           



DAFTAR ISI
Halaman Judul...................................................................................... i
Proposal Penelitian  .......................................................................... .. ii
Pengesahan.......................................................................................... iii
Kata Pengantar................................................................................... iv
Daftar Isi............................................................................................... v
Bab I. Pendahuluan……………………………………………   1
A.    Latar Belakang  ......................................................................... 1
B.     Identifikasi Masalah................................................................... 4
C.     PembatasanMasalah................................................................... 5
D.    Rumusan Masalah...................................................................... 5
E.     Tujuan Penelitian........................................................................ 5
a.       Tujuan Umum...................................................................... 5
b.      Tujuan Khusus..................................................................... 5
F.      Manfaat Penelitian..................................................................... 6
a.       Manfaat Teoritis................................................................... 6
b.      Manfaat Praktis......................................................................
                   Bab II. Landasan Teoritis dan Hipotesis Tindakan
A.    Landasan Teoritis....................................................................... 8
B.     Penelitian Relevan.................................................................... 13
C.     Kerangka Berpikir.................................................................... 14
D.    Hipotesis Tindakan.................................................................. 15

Bab III. Metode Penelitian
A.    Setting………………………………………………………..16
a.       Waktu................................................................................. 16
b.      Tempat............................................................................... 16
B.     Desain Penelitian..................................................................... 16
C.     Subjek Penelitian ....................................................................  17
D.    Focus Penelitian...................................................................... 17
E.     Instrumen Penelitian………………………………………… 17
F.      Teknik Pengumpulan Data…………………………………..19
a.       Data Kuantitatif................................................................. 19
b.      Data Kualitatif................................................................... 19
G.    Teknik Analisis Data
a.       Analisis Deskriptif Komparatif.......................................... 20
b.      Analisis Deskriptif Kualitatif............................................. 20
H.    Indikator
a.       Indikator Hasil Belajar....................................................... 20
b.      Indikator Proses Pembelajaran........................................... 20
I.       Prosedur Tindakan
a.       Siklus I  ............................................................................. 21
1)      Perencanaan................................................................. 21
2)      Pelaksanaan Tindakan.................................................. 22
3)      Pengamatan.................................................................. 23
4)      Refleksi........................................................................ 23
b.      Siklus II
1)      Perencanaan................................................................. 23
2)      Pelaksanaan Tindakan.................................................. 24
3)      Pengamatan.................................................................. 25
4)      Refleksi........................................................................ 25
J.       Jadwal Penelitian..................................................................... 26
K.    Daftar Pustaka......................................................................... 26


     BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Penguasaan Bahasa Inggris sangat terlihat manfaatnya pada masa sekarang ini.Selain sebagai alat untuk berkomunikasi secara lisan, Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar sumber ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni seperti buku, jurnal, dan karya sastra. Bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional dan bahasa asing utama di Indonesia yang diajarkan sebagai mata pelajaran wajib pada tingkat sekolah menengah atas, sehingga dijadikan salah satu penentu kelulusan Ujian Nasional. Hal ini semua dituangkan dalam Permendiknas No 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 Tentang standar isi dan Standar Kompetensi untuk satuan Pendidikan Dasar dan menengah.
Dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas, beberapa jenis teks diajarkan untuk menunjang kompetensi Bahasa Inggris peserta didiktermasuk di antaranya seperti narrative teks. Dalam pembelajaran berbagai jenis teks tersebut peserta didik dituntut untuk dapat memahaminya dan menuliskannya, akan tetapi pembelajaran Bahasa Inggris sekarang ini masih terhambat pada kesulitan peserta didik dalam memahami dan membuat jenis teks tertentu. Variasi dalam pembelajaran teks perlu dilakukan untuk menunjang pemahaman peserta didik terhadap teks Bahasa Inggris yang diajarkan.Salah satu materi teks yang dipelajari untuk sekolah menengah atas adalah Narrative text. Jenis teks ini berisikan tentang respon terhadap karya sastra seperti film, novel, drama, dan puisi. Narrative text menuntut peserta didik untuk memahami terlebih dahulu karya sastra sebelum membuat responnya. Namun, Pemahaman terhadap teks tersebutselama ini hanya ditunjang dengan kegiatan membaca secara mandiri lalu membuat narrative teks terhadap karya sastra tersebut. Hal inilah yang membuat peserta didik hanya terfokus terhadap latihan – latihan yang memanfaatkan otak kiri saja.Sehingga pemahaman dan respon peserta didik terhadap karya sastra menjadi kurang maksimal dan cenderung terasa membosankan.
Kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik tentunya berkaitan dengan proses berpikir yang melibatkan fungsi otak. Akan tetapi hal itu cenderung lebih dominan menggunakan otak kiri. Inilah yang membuat para peserta didik menjadi cepat lelah, cenderung merasa cepat bosan, dan mudah menyerah dalam pembelajran teks Bahasa Inggris. Sebenarnya, untuk memperoleh kualitas proses belajar mengajar yang baik, guru perlu mempertimbangkan kegiatan yang di dalamnya terdapat keseimbangan penggunaan otak kanan dan kiri. Seperti yang dicontohkan oleh Dr. dr. BM Wara Kushartanti (2004)dalam salah satu pidatonya, bahwa:
“Jika kita mendengarkan lagu, otak kiri akan memproses syairnya, dan otak kanan akanmemproses musiknya sehingga tidak heran kalau kita mampumemahami kata-kata lagu dengan begitu mudah dan hafal dengancepat, karena otak kiri dan kanan keduanya terlibat.”

Hal ini tentu dapat menjadi masukan kepada guru agar lebih mengeksplor aktifitas pembelajaran untuk kelasnya. Dalam pengajaran teks yang berkaitan dengan respon terhadap karya sastra seharusnya bisa menjadi bagian dari materi Bahasa Inggris yang menyenangkan untuk peserta didik. Terlebih karya sastra yang disampaikan oleh writer memiliki tujuan untuk menghibur para pembaca. Namun yang terjadi justru sebaliknya, guru masih bertahan dengan kegiatan pembelajaran yang monoton dan pemberian tugas – tugas kepada peserta didik seperti pembelajaran biasanya.
Dalam pengajaran Bahasa Inggris, kemampuan membaca tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan menulis.Pembelajaran yang efektif akan dapat mengoptimalkan kemampuan peserta didik baik dalam membaca dan menulis. Optimalisasidapat dilakukan dengan membuat peserta didik terlebih dahulu merasa rileks. Untuk merilekskan pikiran, musik dapat menghilangkanpikiran yang mengganggu dan mengkondisikan otak agar relaks sehingga otak kanan akan terkondisi untuk siagamenerima informasi (Kushartanti, 2004).
Oleh karena itu, guru harus ditingkatkan ketrampilannya dalam proses pembelajaran.Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah belum menunjukkan hasil yang diharapkan karena suasana pembelajaran yang monoton akan membuat peserta didik sulit menerima informasi. Dengan kondisi pembelajaran Bahasa Inggris yang memprihatinkan tersebut mengharuskan guru untuk melakukan pembenahan.
Dari hasil interview  peserta didik kelas X Mipa2 SMAN 3 Pekalongan, sebanyak 30menjawab bahwa pada saat mata pelajaran Bahasa Inggris mereka kurang tertarik, merasa bosan, cepat lelah dan merasa sulit dalam memahami karya sastra berbentuk teks tertulis.Kesulitan peserta didik dalam memberikan respon mereka terhadap karya sastra sangat terlihat ketika mereka diminta mengungkapkan kembali isi dan pesan yang ingin disampaikan melalui karya sastra, serta memberikan tanggapan mengenai kelebihan dan kekurangan.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, peserta didik dituntut untuk berpikir kritis. Pembelajaran Narrative teksmampu menyajikan materi bagi peserta didik untuk memberikan respon terhadap suatu hal sehingga mereka terlatih untuk berpikir kritis. Pembelajaran yang optimal melalui kegiatan yang menyeimbangkan otak kanan dan kiri diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mempelajari dan memahami Narrative teks.
Dari penjelasan di atas, penulis bermaksud meningkatkan ketrampilan Bahasa Inggris dalam pembelajaran Narrative teks melalui kegiatan yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri.

B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, identifikasi masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini yaitu :
a.       Peserta didik kesulitan dalam  menulis narrative teks
b.      Motivasi belajar peserta didik rendah.
c.       Kegiatan pembelajaran kurang menarik dan monoton.
d.      Penggunaan otak kiri yang dominan

C.    Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, Penelitian Tindakan Kelas ini dibatasi pada : “Peningkatan kemampuan writing skill pada pembelajaran Narrative text melalui keseimbangan Otak Kanan dan Otak Kiri  bagi peserta didik kelas X Mipa2 SMAN 3 Pekalongan semester 2 tahun pelajaran 2014-2015.”

D.    Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
1.      Apakah  melalui  keeimbangan Otak Kanan dan Kiri dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam kreatifitas writing skill pada Narrative text?
2.      Bagaimana cara meningkatkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri perseta didik dalam kreatifitas writing skill pada Narrative text?

E.     Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
a.         Mengetahui apa perbedaan antara kegiatan pembelajaran yang menggunakan  keseimbangan otak  kanan dan  kiri dengan yang  hanya menggunakan otak kiri.
b.         Menentukan apakah kegiatan pembelajaran yang menggunakan keseimbangan otak kanan dan kiri dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik untuk Narrative text?
c.         Mengemukakan apakah pembelajaran yang menggunakan keseimbangan otak kanan dan kiri dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik secara signifikan?

F.     Manfaat Penelitian
a.         Manfaat Teoritis
1.      Memberikan kontribusi pengembangan pengetahuan tentang peningkatan kreativitas peserta didik dalam menulis Narrative teks.
2.      Untuk meningkatkankompetensi peserta didik dalam menulis Narrative teks melalui kegiatan yang menggunakan keseimbangan otak kanan dan kiri.
3.      Menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya
b.         Manfaat Praktis
1.      Bagi peserta didik :
Meningkatkan  minat, kemampuandan hasil belajar peserta didik SMA Kelas X dalam pembelajaran  Bahasa Inggris menulis Narrative text.
2.      Bagi Sekolah
Meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang Bahasa Inggris.
Menjadikan motivasi untuk perbaikan dalam dunia pendidikan dan perbaikan proses belajar mengajar di SMA 3 Pekalongan, sehingga hasil belajar peserta didik meningkat.
3.      Bagi guru :
Memberikan masukan dalam pembelajaran yang dilakukan melalui refleksi dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan berdasarkan penelitian tindakan kelas. Sehingga diharapkan dapat memperbaiki kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
4.      Bagi Sekolah :
Meningkatkan  prestasi sekolah dalam bidang Bahasa Inggris dan menjadi inspirasi kegiatan pembelajaranuntuk mata pelajaran lain disesuaikan dengan kebutuhan materi yang ada.














BAB II
Landasan Teoritis dan Hipotesis Tindakan
A.    Landasan Teoritis
1.      Hakikat Kreativitas
Kreativitas menurut Riyanto Yatim (2009:43) dalam bukunya Paradikma Baru Pembelajaran adalah suatu proses yang menuntut keseimbangan dan aplikasi dari ketiga aspek penting yaitu: kecerdasan, analitis dan praktis.  Beberapa aspek yang ketika digunakan secara kombinatif dan seimbang akan melahirkan kecerdasan dan kesuksesan.  Individu yang potensial kreatif dapat dikenal melalui ciri-ciri yaitu: bersikap terbuka terhadap pengalaman baru, mempunyai hasrat keinginan lebih besar, keinginan untuk meneliti/menemukan, banyak akal, cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan, bergairah dalam melaksanakan tugas, berpikir fleksibel, kemampuan membuat analisis dan dan sintesis, memiliki semangat bertanya serta meneliti, menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban yang lebih banyak.
          Apa yang membuat seseorang guru kreatif?  Stenerg & Lubart mengatakan bahwa Guru kreatif adalah seseorang yang dapat memutuskan.  Mereka memutuskan membeli dengan harga murah dan menjual (ide) dengan harga tinggi.  Sekolah seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan, dimana murid-murid bisa tertawa dan dapat mengeluarkan ide-idenya.  Siswa yang memiliki nilai rendah sebenarnya bukanlah problem anak melainkan menjadi masalah guru.  Beberapa hal ini adalah ciri-ciri guru kreatif yaitu Guru sebagai model, mendorong siswa menemukan masalah, memberikan waktu untuk berpikir kreatif :
                      The investment theory of creativity (Sternberg & Lubart, 1995) asserts that creative thinkers are like good investors: They buy low and sell high. Whereas investors do so in the world of finance, creative people do so in the world of ideas.
Sedangkan Imam Musbikin (2006 : 6) mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.
David Spendlove dalam bukunya yang berjudul Creative Learning: definitions and barriers mengatakan bahwa pembelajaran kreatif adalah sebuah pembelajaran yang mengembangkan kemampuan siswa menjadi kreatif.  Kreatifitas memberikan pengetahuan ketrampilan yang siswa butuhkan sehingga berhasil  mendorong kemandirian, imaginasi dan aspirasi siswa. Dwijanto dalam penilitiannya tentang pembelajaran Kreatif, Efektif, menyenangkan menambahkan bahwa adanya kreatifitas pada siswa tidak datang dengan sendirinya, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif bukanlah hal yang sederhana, tetapi juga bukan hal yang sukar, kalau guru itu mau mengusahakannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan merancang pembelajaran yang kreatif antara lain guru hendaknya: memahami sifat anak, mengenal peserta didik secara individu/perorangan, memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah, mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik, memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar,memberikan umpan balik yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar, membedakan antara aktif fisik dan aktif mental.
2.      Writing Skill
Ketrampilan menulis merupakan salah satu skill yang harus diajarkan pada pembelajaran Bahasa Inggris. Tapi dalam implementasinya skill ini sering diabaikan oleh guru bahasa Inggris dengan berbagai alasan. Terlebih lagi dalam pembelajaran writing guru masih banyak yang menggunakan pendekatan produk (product-oriented) bukan pendekatan proses (process-oriented). Kemampuan menulis berarti kemampuan peserta didik melakukan tindakan dalam mencatatkan gagasan, ide dalam bentuk karangan setelah mengikuti proses pembelajaran yang bisa diamati dan diukur yang mencakup pengetahuan, ketrampilan kognitif, efektif dan psikomotorik.
Tulisan adalah salah satu dari bagian bahasa dalam bentuk tertulis.  Tulisan adalah ketrampilan bahasa yang produktif dan aktif yang ditunjukkan melalui media visual, dengan demikian, tulisan digambarkan sebagai penggunaan media untuk menunjukkan sistem tulisan tangan dan sistem tata bahasa pada suatu bahasa.
Mengajar writing mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut: penguatan, menulis digunakan untuk memperkuat susunan tata bahasa, idiomatik dan kosa kata; pengembangan bahasa, menulis membantu kemahiran bahasa peserta didik; belajar gaya/model, ada beberapa peserta didik yang memerlukan waktu untuk berpikir dan menghasilkan sebuah bahasa dengan lambat untuk merefleksikan apa yang mereka pelajari; menulis sebagai ketrampilan , hal ini merupakan alasan yang paling penting untuk mengajar writing. Melalui menulis, kemampuan peserta didik dalam menganalisa dan mempersatukan pengetahuan tentang unsur bahasa yang berlainan terwujud.
Ada beberapa masalah yang peserta didik hadapi dalam kegiatan menulis Brown (2004: 219-220) membedakan berbagai jenis pelaksanaan menulis di ruang kelas diantaranya: tulisan meniru, tulisan sendiri/written grammar exercise, tulisan yang diperlihatkan, dan tulisan nyata.  Jenis pelaksanaan tulisan diruang kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah penulisan yang terkontrol.Disini penulis memberi serangkaian langkah untuk menstimulasi peserta didik menyusun Narrative Textdan kemudian mereka diminta untuk membuat garis besar teks sendiri untuk dikembangkan dibawah petunjuk guru.

3.         Narrative text
Hyland (2004: 4) mengungkapkan bahwa “genre” adalah sebuah bentuk pengelompokkan teks, mewakili bagaimana penulissecara khusus menggunakan bahasa untuk merespon dalam mengulang situasi.Selain itu, setiap jenis teks memiliki sejumlah ciri – ciri tersendiri yang membedakan satu dengan yang lainnya. Pembagian tersebut dari strukturnya dan juga tingkatan konteksnya berkaitan dengan fungsi sosial.
Sebuah teks terbentuk ketika sejumlah kata disusun bersama untuk menyampaikan maksud/ arti, bahkan ketika kamu menulis atau berbicara untuk menyampaikan sebuah pesan maka hal itu disebut menyusun sebuah teks (Anderson, 2003: 1). Memilih kata untuk menyusun sebuah teks dapat disesuaikan dengan tujuan dari penulisannya. Seperti teks lainnya, narrative teks juga memiliki tujuan dalam penulisannya yaitu untuk memberikan opini mengenai film, buku, atau pertunjukan.
Dalam penulisan Narrative teks (Anderson, 2003: 41), terdapat scaffold(langkah – langkah)yang di antaranya:
1.         Paragraf pengenalan berisi tentang identitas buku seperti judul, penulis, dan jumlah halaman.
2.         Ringkasan isi dari buku/ novel yang dinarrative, mengenai apa yang diceritakan, tokoh, dan amanat yang disampaikan melalui cerita.
3.         Penilaian mengenai buku/ novel tersebut, dapat juga memberikan rekomendasi.

4.         Keseimbangan otak kanan dan otak kiri
Menurut (Nirmalasari, 2011: 181), otak mempunyai kelengkapan untuk memperlancar perpindahan aktivitas berpikir dari cerebral cortex (wilayah sadar) ke basal ganglia (wilayah tak sadar). Saat proses itu berlangsung, dendrit -dendrit (sambungan-sambungan saraf) menjadi semakin tebal dan semakin efisien cara kerjanya. Ketika seseorang melakukan kegiatan yang menyenangkan maka akan semakin mudah untuk otak dalam menyimpan. Memori tentang kegiatan tersebut juga tidak akan mudah hilang karena hal – hal yang terjadi pada waktu tersebut melibatkan proses berpikir yang disetujui otak.
Otak kiri mempunyai kemampuan berpikir yang linier dansekuensial, sedangkan  otak kanan beserta kreativitasnya akanberkoordinasi untuk memahami dan menyelesaikan persoalan secara holistik. Sistem pendidikan yang baik harus dapatmenyediakan model pembelajaran untuk optimalisasi kedua belahotak(Kushartanti, 2004: 10).
Kecerdasan manusia kini sudah semakin banyak terungkap. Dari perkembangan teori yang pernah ada sebelumnya, telah diketahui bahwa terdapat sembilan jenis kecerdasan yang biasa disebut “Multiple Intelligences” (Gardner, 2009: 1):
1.    Kecerdasan Verbal/ bahasa
2.    Kecerdasan Logika matematika
3.    Kecerdasan Spatial/ ruang
4.    Kecerdasan Gerak (bodily-kinesthetic)
5.    Kecerdasan Musik
6.    Kecerdasan Interpersonal
7.    Kecerdasan Intrapersonal
8.    Kecerdasan Naturalist
9.    Kecerdasan Existential

B.     Penelitian Relevan
Untuk menguatkan landasan teori yang digunakan perlu merujuk hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan, misalnya beberapa judul PTK dibawah ini,yaitu
Peningkatan Kreativitas Writing Skill Pada  Explanation TextMelalui Penggunaan Tayangan  Video  Bagi Peserta didik Kelas Xii Ipa1 Sma N 3 Pekalongan Semester 1 Th 2012-2013.”Oleh Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 3 Pekalongan.Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa pendekatan pengajaran writing skills dengan menggunakan tayangan video dapat meningkatkan hasil belajar writing narrative text.Peserta didik menjadi lebih cepat untuk bisa mengungkapkan pemikirannya yang berhubungan dengan explanation text dan lebih kreatif dalam belajar writing pada narrative text.
Selain itu penelitian yang mengacu pada keseimbangan kinerja otak kanan dan kiri adalah penelitian yang dilakukan oleh Marintan Nirmalasari pada tahun 2011 yang berjudul “Pengembangan Model Memorization Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Pelajaran Kimia SMA.” Melalui pembelajaran tersebut disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang memfungsikan keseimbangan kinerja otak kanan dan kiri dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami materi dan memotivasi mereka untuk lebih antusias dalam belajar.


C.    Kerangka Berpikir
Skema Kerangka Berpikir :
Didasarkan pada landasan teori sesuai dengan permasalahan, maka dibuat kerangka berpikir sebagai berikut:


D.    Hipotesis Tindakan
Berdasarkan rumusan masalah dan kajian pustaka maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah : Keseimbangan Otak Kanan dan Otak Kiri dapat meninfkatkan kreativitas writing skill pada Narrative Teks.



BAB III
Metodologi Penelitian
A.    Setting Penelitian
Setting dalam penelitian ini adalah peserta didik peserta didik SMA 3 Pekalongan kelas X IPA. Karena menggunakan purposive sampling, maka peneliti menjadikan kelas X Mipa 2.sebagai sampel dengan alasan sebagai berikut:
1.         Materi Narrative text diajarkan pada kelas X IPA2
2.         Mata Pelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu subjek yang penting bagi kelas X IPA.

B.     Desain Penelitian.
Penelitian ini merupakan action research atau biasa disebut juga penelitian tindakan kelas yang menggunakan dua siklus. Seperti yang dikemukakan oleh Burns bahwa model action research dari Kemmis and McTaggart yang paling sesuai untuk diaplikasikan. Siklus pertama dapat berlanjut ke siklus selanjutnya hingga peneliti mendapatkan hasil penelitian yang memuaskan.







Figure 3.1 Cyclical AR Model oleh Burns
 











C.       Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA 3 Pekalongan kelas X IPA.
D.       Focus Penelitian
Focus penelitian ini adalah Peningkatan kreativitas Writing Skill pada Narrative Teks melalui keseimbangan Otak Kanan dan Otak Kiri pada peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 3 Pekalongan.
E.       Instrumen Penelitian
Menurut Treece, terdapat dua kategori instrumen penelitian  (Hartoyo, 2012: 45):
1.         Mechanical devices
Dalam ilmu pengetahuan sosia dan keperawatan, mechanical devices berupa rekaman tape, kamera, film dan video.

2.         Clerical tools
Contoh clerical tools antara lain; catatan sejarah, case study, questionnaire, dan hasil interview.
Terdapat tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu interview, test, dan questionnaire. Tujuan dari penggunaan pre-test dan post-test yaitu untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam menulis Narrative text dan perkembangannya setelah mengaplikasikan kegiatan yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri.
F.        Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penelitian ini yaitu interview dan artefak. Interview yang dilakukan yaitu dengan mewawancarai peserta didik - siswi kelas X IPA 2 SMA N 3 Pekalongan melalui pemberian beberapa pertanyaan untuk mengetahui kondisi peserta didik dalam mempelajari Bahasa Inggris materi narrative text. Menganalisa hasil kemampuan peserta didik dan questionnaire setelah pembelajaran yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri dilaksanakan.
Semua jenis data tersebut terdapat pada data collection-tools dalam penelitian tindakan kelas oleh Phillips and Carr (2010: 78), yaitu:
Observation
Interview
Artifacts
note-taking/ note-making
survey
student work
anecdotal records
questionnaire
internet postings
logs
attitude rating
portofolios
checklists
formal interview
student self-assesment
mapping
informal interview
test scores
shadowing
focus group
attendance records
digital photography
sociogram

digital video and audio
multiple intelligence approaches


Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan (Arikunto, 2008: 129).
Dalam melaksanakan penelitian ini, interview dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum kondisi peserta didik mengenai narrative text yang bisa dihubungkan dengan hasil pretest. Beberapa data akan didapat melalui pretest dan post-test yang dilakukan pada permulaan dan bagian akhir penelitian.Questionnaire yang terdiri dari beberapa pertanyaan akan memberikan informasi mengenai minat dan tanggapan mereka terhadap pemanfaatan kegiatan yang menggunakan keseimbangan otak kanan dan otak kiri.

G.      Teknik Analisis Data
1.         Analisis Deskriptif Komparatif
Analisis deskriptif komparatif artinya membandingkan hasil belajar yang dicapai anak kondisi awal dengan pencapaian hasil belajar setelah mendapat perlakuan.
2.         Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis dekriptif kualitatif dari tiap siklus, yang selanjutnya direfleksi untuk membandingkan haisl pengamatan siklus I dan siklus II.

H.       Indikator Kinerja
1.         Indikator Hasil Belajar
Indikator hasil belajar diketahui dengan meningkatnya kompetensi peserta didik dalam menulis Narrative text( 75% peserta didik mencapai ketuntasan belajar)
2.         Indikator Proses
Indikator proses ditandai dengan meningkatnya kreativitas peserta didik.( 75 % peserta didik memiliki motivasi belajar)

I.          Prosedur Tindakan
Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refeleksi.
1.         Siklus I
a).      Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan RPP dan materi yang akan disajikan dilengkapi kegiatan yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri. Mempersiapkan kisi-kisi test dan beserta soal tes. Mengadakan pengecekan fasilitas atau perlengkapan yang dimiliki kelas XII IPA 1 agar proses pembelajaran berjalan lancar.
Tindakan pada tahap siklus 1 direncanakan 3 kali pertemuan atau 6x45 menit. Pertemuan I memerlukan waktu 2x45 menit, pertemuan ke II, 2x45 menit dan pertemuan ketiga untuk tes selama 2x45 menit. Setiap kali pertemuan,proses pembelajaran dibagi menjadi 3 tahap, yaitu appersepsi atau pendahuluan,kegiatan inti, dan penutup. Alokasi waktu untuk appersepsi kurang lebih 20 menit, kegiatan inti 60 menit dan penutup 10 menit
b).      Pelaksanaan Tindakan
Langkah-langkah dalam siklus I yaitu; (a) dalam setiap pertemuan pada siklus I kegiatan intinya adalah sebagai berikut : peneliti menginstruksikan peserta didik untuk membuat kelompok, kemudian mendengarkan lagu yang berkaitan dengan cerita Cinderella. Dengan tekhnik jigsaw, masing – masing kelompok bertanggung jawab untuk mendengarkan lalu dan menceritakan maksud lagu sehingga semua peserta didik mengetahui isi cerita dari lagu tersebut. Guru memberikan feedback untuk kegiatan tersebut. Kemudian, peserta didik diberi cuplikan gambar – gambar yang terdapat pada ceritaCinderella” secara berurutan. Peserta didik mengamati gambar dan diminta untuk menceritakannya secara tertulis sesuai dengan pemahaman mereka. Dari kegiatan tersebut, peserta didik berusaha untuk mengaitkan gambar- gambar dengan lagu – lagu yang ada. Guru memberikan feedback untuk memberikan penguatan dan penjelasan seperlunya sebagai fasilitator.
Pada pertemuan berikutnya, peserta didik kembali dibagi dalam kelompok. Masing – masing kelompok diberi cuplikan ceritaCinderella” dengan gambar yang sesuai dengan isi cerita. Dengan tehnik Jigsaw, dalam satu kelompok diputarkan lagu – lagu barat yang berkaitan atau sesuai dengan suasana cerita Frozen. Masing – masing anggota menuliskan pendapatnya mengenai cerita yang dimaksud. Setelah selesai masing – masing kelompok membuat rangkuman cerita dan menempelkannya pada dinding atau pojok kelas. Guru menata pergerakan kelompok agar semua peserta didik secara bergantian dapat melihat hasil kerja kelompok masing – masing sebagai referensi dan mencatat hal – hal penting. Guru sebagai fasilitator memberikan feedback.
c).       Pengamatan
Guru mengamati dan mencatat semua kegiatan dan keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar writing yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri termasuk pada saat tes tertulis berlangsung.
d).      Refleksi
Kegiatan ini menganalisa data yang diperoleh baik yang berupa data kauntitatif ataupun kualitatif. Hasil dari analisa tersebut dijadikan dasar untuk membuat perencanaan sistem pembelajaran yang lebih bagus dan menarik.Untuk diterapkan pada siklus II.

2.         Siklus II
a).      Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan RPP dan materi yang akan disajikan dilengkapi kegiatan yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri. Mempersiapkan kisi-kisi test dan beserta soal tes. Mengadakan pengecekan fasilitas atau perlengkapan yang dimiliki kelas X MIPA 2 agar proses pembelajaran berjalan lancar.
Tindakan pada tahap siklus II direncanakan 3 kali pertemuan atau 3x45 menit. Pertemuan I memerlukan waktu 2x45 menit, pertemuan ke II, 1x45 menit dan pertemuan ketiga untuk tes selama 1x45 menit. Setiap kali pertemuan, proses pembelajaran dibagi menjadi 3 tahap, yaitu appersepsi atau pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Alokasi waktu untuk appersepsi kurang lebih 20 menit, kegiatan inti 60 menit dan penutup 10 menit.
b).      Pelaksanaan Tindakan
Langkah-langkah dalam siklus II yaitu; (a) dalam setiap pertemuan pada siklus I kegiatan intinya adalah sebagai berikut : peneliti menginstruksikan peserta didik untuk membuat kelompok, kemudian diperdengarkan lagu Bahasa Inggris sesuai cerita Narrative yang akan dibahas. Dengan tekhnik jigsaw (Kaptiningrum, 2011: 9–10), masing – masing kelompok bertanggungjawab untuk mendengarkan lalu menceritakan maksud lagu sehingga semua peserta didik mengetahui isi cerita dari lagu tersebut. Guru memberikan feedback untuk kegiatan tersebut. Kemudian, peserta didik diberi cuplikan gambar – gambar yang terdapat pada teksFrozen” secara berurutan. Peserta didik mengamati gambar dan diminta untuk menceritakannya secara tertulis sesuai dengan pemahaman mereka. Dari kegiatan tersebut, peserta didik berusaha untuk mengaitkan gambar- gambar dengan lagu – lagu yang ada. Guru memberikan feedback untuk memberikan penguatan dan penjelasan seperlunya sebagai fasilitator.
Pada pertemuan berikutnya, peserta didik kembali dibagi dalam kelompok. Masing – masing kelompok diberi cuplikan ceritaFrozen” dengan gambar yang sesuai dengan isi cerita. Dengan tehnik Jigsaw, dalam satu kelompok diputarkan lagu – lagu barat yang berkaitan atau sesuai dengan suasana cerita. Masing – masing anggota menuliskan pendapatnya mengenai cerita yang dimaksud. Setelah selesai masing – masing kelompok membuat rangkuman cerita dan menempelkannya pada dinding atau pojok kelas. Guru menata pergerakan kelompok agar semua peserta didik secara bergantian dapat melihat hasil kerja kelompok masing – masing sebagai referensi dan mencatat hal – hal penting. Guru sebagai fasilitator memberikan feedback.
c).       Pengamatan
Guru mengamati dan mencatat semua kegiatan dan keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar writing yang memanfaatkan keseimbangan otak kanan dan kiri termasuk pada saat tes tertulis berlangsung.


d).      Refleksi
Kegiatan ini menganalisa data yang diperoleh baik yang berupa data kauntitatif ataupunkualitatif.Hasil dari analisa tersebut dijadikan dasar untuk membuat perencanaan sistem pembelajaran yang lebih bagus dan menarik.

J.      Jadwal Penelitian
NO
KEGIATAN
WAKTU
1.
Penyusunan Proposal
Februari (minggu 1)
2.
Penyusunan Instrumen
Maret (minggu 1)
3.
Pengambilan Data
Maret (minggu 3)

Siklus I
Maret(minggu 4)

Siklus II
April (minggu 3)
4.
Analisis Data
Mei (minggu 1)
5.
Pembahasan
Mei (minggu 3)
6.
Penyusunan Laporan
Juni (minggu 2)

K.    Daftar Pustaka
Anderson, M. 2003. Text Types in English2. South Yarra: Macmillan Education Australia.
Arikunto,  Suharsimi. (2006). Prosedure     Penelitian,   Suatu   Pendekatan   Praktis. Rineka Cipta: Jakarta
Brown, H.Douglas, 2000. Principles Language Learning and Teaching. San
Francisco: Longman Inc.
Brown, H. G. 2004. Language Assessment. New York: Pearson Education Inc.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Depdiknas
Gardner, H. 2009. Howard Gardner’s Theory of Multiple Intelligences. Northern Illinois University, Faculty Development and Instructional Design Centeravailable atwww.niu.edu/facdev[Accessed Date: 2014/12/21]
Hartoyo. 2012. Linguistic and Educational Research. Semarang: Semarang State University Press
Hyland, K. 2004. Genre and Second Language Writing. USA: The University of Michigan Press
Kaptiningrum, P. 2011. The Effectiveness of Jigsaw Method to Improve The Students’ Show Presenting Skill. (Final Project of Semarang State University)
Kushartanti, B. M. W. 2004. Optimalisasi Otak dalam Sistem Pendidiksn Berperadaban. (Naskah Pidato Dies Natalis ke-40 Universitas Negeri Yogyakarta)
Nirmalasari, M. 2011. Pengembangan Model Memorization Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Pelajaran Kimia SMA. Jurnal Pasca Sarjana edisi khusus No. 2. Universitas Pendidikan Indonesia

Phillips D.K., and Carr K. 2010. Becoming A Teacher Through Action Research. New York: Routledge
Rachmintarti, D. C. 2012. Peningkatan Kreativitas Writing Skill pada ExplanationText  Melalui  Penggunaan Tayangan Video. Semarang: lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah

Yatim, R.2009. Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi Bagi Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas.Surabaya: Penerbit Kencana Media Group

Tidak ada komentar:

Posting Komentar